Oleh: Atik Setyawati
Katanya, satu salah bunda
Terlalu sayang pada ananda
Buat iri semua
Ah, benarkah adanya?
Ya, yang kutahu
Bunda selalu ada untukku
Tiada hari tanpa bersama, selalu
Meski kadang berbeda yang dimau
Teringat kala sakit mendera
Kau selalu ada
Buatkan jamu yang menyehatkan raga
Walau tanpa kupinta
Tiada pernah rela
Lihat diri sakit atau meneteskan air mata
Akan lawan siapa saja
Yang membuat diri tak nyaman karenanya
Ah, betapa semua lintasan kenangan
Menari indah membentuk bayangan
Kilauan masa yang tak terlupakan
Kasih bunda yang sepanjang jalan
Tak hanya berhenti di sini
Cucu tercinta penuh siraman kasih ini
Setiap kali, bocah rindukan
Semua kasih sayang dan belaian
Biar tetap terasa hangat
Merayap dalam jiwa bersemangat
Kasih bunda selalu terasa
Meski alam kini berbeda
Terima kasih, bunda
Kau guru sepanjang masa
Lentera yang terangi jiwa
Tak hilang walau semua sirna
Ya Robbi, kasihanilah ia
Bunda tercinta yang menapaki jalannya
Terangi keabadiannya
Berilah ia dengan surga
Metro, 14 Desember 2022
Baca juga:
0 Comments: