Headlines
Loading...
Kecanduan Judol, Anak Bunuh Ibu di Lahat

Kecanduan Judol, Anak Bunuh Ibu di Lahat

Oleh: Wahyutik
(Kontributor SSCQ Media)

SSCQmedia.com—Di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, generasi muda dihadapkan pada ancaman serius berupa judi online (judol) yang kian marak. Fenomena ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan berkaitan dengan sistem yang lebih luas yang memengaruhi kehidupan masyarakat saat ini.

Salah satu kasus tragis terjadi di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Seorang pemuda berusia 23 tahun, Ahmad Fahrozi, tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri akibat kecanduan judi online (Kompas.id). Peristiwa ini menjadi gambaran nyata dampak destruktif dari praktik judol yang semakin mengkhawatirkan.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana praktik judi online terus berkembang dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Generasi muda menjadi sasaran utama karena aktivitas mereka yang tinggi di dunia digital. Berbagai platform dirancang dengan tampilan menarik dan sistem yang membuat pengguna terus terlibat, hingga akhirnya terjebak dalam kecanduan yang sulit dikendalikan.

Negara dan Lemahnya Penanganan

Pemerintah sebenarnya telah melakukan upaya pemblokiran terhadap situs judi online. Namun, situs-situs baru terus bermunculan setiap hari. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan belum optimal dan belum menyentuh akar permasalahan. Penindakan yang tidak konsisten membuat praktik ini tetap berkembang.

Di sisi lain, peran negara sebagai pelindung masyarakat, terutama generasi muda, dinilai belum maksimal. Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menyebabkan ancaman terhadap masa depan anak-anak semakin besar.

Sistem Islam sebagai Solusi

Dalam perspektif Islam, negara memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga dan melindungi rakyatnya. Penerapan aturan yang menyeluruh, termasuk dalam bidang ekonomi dan sosial, diyakini mampu menciptakan kesejahteraan dan mencegah berbagai bentuk kerusakan.

Sistem ekonomi Islam menekankan distribusi kekayaan yang adil serta pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Negara juga berkewajiban menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan, serta membuka lapangan kerja yang layak dan bermartabat. Dengan demikian, kondisi yang dapat mendorong individu pada perilaku menyimpang dapat diminimalkan.

Selain itu, sistem ini juga memperkuat peran keluarga agar mampu menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan secara optimal. Sinergi antara individu, keluarga, dan negara menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang sehat dan terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan.

Penutup

Kasus yang terjadi menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Ancaman judi online tidak bisa dianggap remeh karena dampaknya dapat merusak individu, keluarga, hingga tatanan sosial.

Diperlukan kesadaran bersama untuk menghadirkan perubahan yang lebih mendasar, baik dari sisi individu, masyarakat, maupun sistem yang mengatur kehidupan. Dengan langkah yang tepat dan menyeluruh, diharapkan generasi muda dapat terlindungi dan masa depan yang lebih baik dapat terwujud. [My/WA]

Baca juga:

0 Comments: