Headlines
Loading...
Buah Sistem Sekuler: Narkoba Menjerat Generasi

Buah Sistem Sekuler: Narkoba Menjerat Generasi

Oleh: Dhevi Firdausi, S.T.
(Kontributor SSCQ Media)

SSCQmedia.com—Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi saksi tindakan kriminal terkait peredaran narkoba. Dua warga berinisial SH dan KF ditangkap polisi saat hendak mengedarkan narkoba. Dari penangkapan tersebut, aparat menemukan barang bukti berupa sabu-sabu yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah mereka (detikcom, 02/04/2026).

Kasus serupa juga terjadi di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Sejumlah pelajar yang masih aktif bersekolah diduga terlibat sebagai pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu. Saat ini, mereka tengah menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari (Tribunnewssultra.com, 30/03/2026).

Sekularisme Merusak Generasi

Kondisi ini sangat memprihatinkan. Banyak pelajar yang terjerumus menjadi pengguna sekaligus pengedar narkoba. Mereka semakin jauh dari nilai-nilai agama, sehingga perilaku yang muncul kerap menyimpang dari norma moral.

Fenomena ini dinilai sebagai dampak dari penerapan sistem sekuler kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, sistem pendidikan kehilangan arah dalam membentuk karakter, sehingga melahirkan banyak siswa bermasalah.

Padahal, pendidikan selama ini menjadi harapan orang tua untuk membentuk anak-anak yang bermartabat. Namun, ketika sistem yang mendasarinya lemah, tujuan tersebut sulit tercapai. Selain itu, lemahnya penegakan hukum juga dinilai tidak memberikan efek jera, sehingga pelanggaran seperti peredaran narkoba semakin marak, termasuk di kalangan pelajar.

Solusi Solutif dari Islam

Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga seluruh aspek kehidupan, termasuk sosial kemasyarakatan. Rasulullah saw. telah memberikan teladan dalam membangun sistem kehidupan yang terintegrasi, mulai dari pendidikan hingga ekonomi.

Sistem pendidikan Islam bertujuan membentuk generasi yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., sehingga memiliki kepribadian yang kuat dan terhindar dari perilaku menyimpang.

Dalam menyelesaikan persoalan ini, diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan negara. Keluarga memiliki peran utama dalam menanamkan akidah Islam kepada anak, disertai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi. Sikap tidak acuh terhadap kemungkaran hanya akan memperparah kondisi. Oleh karena itu, amar makruf nahi mungkar menjadi kewajiban yang harus dijalankan.

Sementara itu, negara memiliki peran strategis dalam menetapkan dan menegakkan hukum secara tegas. Sanksi yang jelas dan konsisten diperlukan untuk memberikan efek jera, baik bagi pengguna maupun pengedar narkoba, sehingga mampu menekan angka kejahatan serupa di masa mendatang. [My/WA]

Baca juga:

0 Comments: