Headlines
Loading...
Pelajar Menjadi Pengedar, Sistem Gagal Menjaga Generasi

Pelajar Menjadi Pengedar, Sistem Gagal Menjaga Generasi

Oleh: Windy
(Pegiat Literasi)

SSCQmedia.com—Seorang remaja berinisial HS (19) ditangkap oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari dalam operasi pada Senin (30/3/2026). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan puluhan paket sabu-sabu yang tersebar di sejumlah lokasi.

Penangkapan HS bermula dari laporan warga terkait aktivitas mencurigakan di kawasan BTN Permata Anawai, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku sekitar pukul 00.15 WITA (SUARASULTRA.COM, 31 Maret 2026).

Kegagalan Sistem Sekuler Kapitalis dalam Membentuk Moral Pelajar

Keterlibatan pelajar dalam peredaran narkoba, seperti sabu, menjadi indikator kuat bahwa sistem sekuler kapitalis gagal menjaga nilai moral dan spiritual generasi muda. Orientasi pada keuntungan materi dan kepentingan pribadi telah menjauhkan pelajar dari ajaran agama yang seharusnya menjadi pedoman dalam menjaga akal dan perilaku.

Kondisi ini membuat pelajar rentan terhadap perilaku menyimpang yang merusak diri sendiri maupun masyarakat. Sistem pendidikan yang terlalu menitikberatkan pada aspek akademis dan ekonomi kerap mengabaikan pembinaan moral dan spiritual. Akibatnya, pelajar tidak memiliki benteng yang kuat untuk menghadapi godaan dan tekanan lingkungan.

Lemahnya Sistem Pendidikan dan Penegakan Hukum

Lemahnya sistem pendidikan dan penegakan hukum turut memperparah kondisi ini. Sistem pendidikan yang kurang berhasil menanamkan nilai moral dan etika menyebabkan pelajar minim kesadaran terhadap konsekuensi perbuatannya.

Di sisi lain, penegakan hukum yang tidak tegas dan tidak konsisten menimbulkan kesan bahwa pelanggaran dapat dilakukan tanpa risiko yang berarti. Hal ini mendorong sebagian pelajar berani terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk peredaran narkoba. Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh kurangnya pengawasan dan pembinaan dari keluarga serta masyarakat, sehingga pelajar mudah terpengaruh lingkungan negatif.

Sistem Pendidikan Islam sebagai Solusi

Sistem pendidikan Islam menawarkan visi yang jelas, yaitu membentuk generasi sebagai hamba Allah yang saleh, muslih, dan berkepribadian Islam. Melalui penanaman nilai keimanan, akhlak, dan ibadah, peserta didik dibimbing menjadi individu yang taat kepada Allah serta peduli terhadap sesama.

Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl: 90)

Melalui pendidikan yang menyeluruh, peserta didik diarahkan untuk mengembangkan potensi keagamaan, intelektual, dan sosialnya. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan di tengah masyarakat. Penekanan pada akhlak mulia—seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang—menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas.

Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat menentukan dalam pembentukan karakter anak. Orang tua perlu bersungguh-sungguh mendampingi dan mendidik anak dengan menanamkan nilai-nilai keislaman serta memberikan teladan yang baik. Anak cenderung meniru perilaku orang tuanya, sehingga keteladanan menjadi kunci utama dalam pendidikan keluarga.

Selain itu, masyarakat juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Masyarakat dapat berkontribusi melalui pengawasan sosial, menjaga pergaulan generasi muda, serta menjalankan amar makruf nahi mungkar. Kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat penting agar generasi muda terhindar dari pengaruh negatif.

Negara pun memiliki tanggung jawab besar dalam memberantas peredaran narkoba melalui penerapan sanksi hukum yang tegas. Penegakan hukum yang konsisten diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku, sekaligus mencegah meluasnya peredaran narkoba. Di sisi lain, upaya rehabilitasi bagi pengguna juga penting agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, melibatkan individu, keluarga, masyarakat, dan negara—permasalahan narkoba di kalangan pelajar diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Wallahu a’lam bishawab. [My/Ekd]

Baca juga:

0 Comments: