OPINI
Fenomena Bunuh Diri pada Anak, Buah Sistem yang Rusak
Oleh. Susi Ummu Musa
Betapa pilu dan sedihnya hati orang tua saat anak yang begitu dicintai dan diharapkan menjadi penerus generasi dalam keluarga ternyata berpikir untuk bunuh diri. Seorang anak berinisial K (10) di Pekalongan, Jawa Tengah, berani melakukan hal di luar nalar. (jateng.antaranews.com, 23/11/2023).
Kasus bunuh diri pada anak yang marak belakangan harus mendapat perhatian dari pemerintah. Jika ini dibiarkan maka kasus yang sama akan terus terjadi dan berulang.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat jumlah kasus bunuh diri anak per Januari hingga Oktober 2023 sebanyak 20 kasus. “Catatan kami tahun 2023, kasus bunuh diri anak sudah sampai di angka 20 kasus,” kata Nahar Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA di Jakarta, (jateng.antaranews.com,10/11/2023)
Penyebab Bunuh Diri Pada Anak
Peristiwa yang membuat stres dapat memicu bunuh diri pada anak yang memiliki gangguan kesehatan mental seperti depresi. Anak-anak yang berisiko bunuh diri mungkin mengalami depresi atau kecemasan, menarik diri dari aktivitas, membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kematian, atau tiba-tiba berubah perilakunya.
Anggota keluarga dan teman harus menanggapi semua ancaman atau upaya bunuh diri dengan serius. Para profesional perawatan kesehatan mencoba menentukan seberapa serius risiko bunuh diri.
Perawatan mungkin melibatkan rawat inap jika risikonya tinggi, obat-obatan untuk mengobati gangguan kesehatan mental lainnya, dan konseling individu dan keluarga.
Maka peran keluarga dalam pendekatan terhadap anak harus dijaga sehingga anak akan lebih nyaman dan terbuka saat bersama keluarga di rumah.
Tak hanya itu, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah juga sering menimbulkan situasi yang tidak nyaman, perundungan dan kasus kekerasan terkadang juga memberikan pengaruh yang cukup tinggi terhadap tingkat kecemasan pada anak.
Tontonan dan pengaruh dari internet juga ikut masuk daftar dalam kasus ini, pasalnya banyak beredar konten-konten yang nirfaedah bertebaran di jagad maya yang konten di dalamnya mengarahkan ke hal hal buruk yang dapat memicu keinginan negatif salah satunya bunuh diri ini.
Buah Sistem Rusak
Pemisahan agama dari kehidupan yang mendasari sistem yang ada saat ini merupakan akar dari masalah yang ada.
Segala macam problematika yang sedang dialami oleh umat saat ini seakan tidak ada ujungnya, setiap hari selalu disuguhkan dengan pemberitaan dan informasi yang buruk mengenai umat. Dari mulai narkoba, KDRT, penculikan, kekerasan seksual, pembunuhan, pencurian, aborsi, prostitusi dan masih ada banyak kasus lain yang menimpa umat saat ini.
Inilah buah dari diterapkannya sistem sekuler kapitalisme. Sistem yang hanya memikirkan kepentingan para kapital, bukan kepentingan rakyat. Maka tidak heran jika saat ini kerusakanlah yang mencuat.
Islam Punya Solusi
Sejatinya, kita sebagai manusia ingin hidup dalam ketenangan dan ketentraman, merasa aman dan tidak berada dalam tekanan seperti saat ini. Seperti yang pernah dicontohkan pada masa kejayaan Islam kala itu.
Sebenarnya Islam sudah menyediakan segala bentuk solusi yang secara hakiki adalah solusi terbaik, berkeadilan dan yang pasti praktis. Sebab aturannya jelas berasal dari sang pencipta Allah Swt. Aturan ini akan terlaksana dengan baik tentu tidak lepas dari adanya negara yaitu khilafah islamiah yang didalamnya ada seorang pemimpin yaitu khalifah.
Berdasarkan kepemimpinan ini semua merujuk kepada nas nas syar'i sebagai bentuk aturan yang berprinsip. Bentuk penjagaan dan pengelolaan semua hanya untuk rakyat.
Terlebih penanaman akidah harus diutamakan bagi rakyat. Terciptanya suasana kondusif di lingkungan keluarga, masyarakat bahkan negara adalah bagian keberhasilan diterapkannya sistem Islam ini.
Segala faktor pendukung kesejahteraan sudah pasti akan dijamin oleh negara sebab terkelola dengan baik sesuai Islam.
Sehingga problematika umat yang bisa mendasari hal hal yang tidak diinginkan seperti maraknya bunuh diri ini tidak akan terjadi bahkan berulang. Karena pengurusan yang dilakukan oleh negara sesuai dengan fitrah manusia yang secara hakiki menginginkan kebahagiaan dan kedamaian.
Wallahu a'lam bissawab. [My]
Baca juga:
0 Comments: