motivasi
Sabar Menghadapi Musibah
Oleh. Dewi Irawati
Ketika musibah datang, apa reaksi kita? Menangis, sedih, kecewa, itu manusiawi. Tapi berlarut-larut dalam perasaan negatif seolah tak terima dengan kenyataan, tentu tidak baik. Karena hal tersebut bisa mengarahkan kita menjadi hamba yang kufur nikmat. Sebagai hamba yang beriman, tak ada pilihan lagi selain bersabar. Ya, sabar itu akan membuat Ä·ita menjadi lebih kuat, lebih tabah dalam menghadapi musibah.
Perlu kita sadari bahwa hidup ini tak lepas dari musibah dan cobaan. Tak lain musibah itu adalah pesan cinta dari Allah kepada hambanya. Mungkin saja Allah sedang rindu munajat kita yang sudah jarang kita lakukan. Mungkin saja selama ini kita sudah mrnjauh dari-Nya. Sehingga Allah kirimkan cobaan itu, supaya hamba-Nya kembali mendekat kepada-Nya.
Seiring dengan datangnya ujian itu, kita akan merasakan kesedihan, kekecewaan, sehingga mendorong kita untuk mencari obat penyembuh. Apa saja obat penyembuh itu? Diantaranya adalah dengan salat, membaca Al-Qur'an, mencari teman yang baik untuk memecahkan masalah dan mencari Ä·etentraman dengan berkumpul dengan orang-orang saleh di majelis ilmu.
Itulah cara Allah menuntun kita agar selamat, yaitu dengan memberi musibah atau ujian. Ujian itu memang terasa berat, tampak menyedihkan, tapi dibalik itu semua ada keindahan yang Allah siapkan. Subhanallah.
Dibalik musibah itu pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Kita tidak suka dengan musibah itu, tetapi Allah maha mengetahui, apa yang kita sukai belum tentu baik untuk kita, apa yang tidak kita sukai, belum tentu buruk untuk kita dalam pandangan Allah. Allah hanya memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, dan pasti itulah yang terbaik untuk hamba-Nya. Oleh karena itu, kita harus bersabar untuk menghadapinya dengan tawakal kepada-Nya. Terima saja ujian itu dengan lapang dada. Allah pasti sudah menyiapkan jalan keluarnya. Kembalikan urusan kita hanya kepada-Nya.
Perhatikan firman Allah berikut:
“Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 'Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepadanya kami akan kembali).” (QS. Al-Baqarah: 155–156).
Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar dan diselamatkan oleh Allah. Aamiin Ya Rabbal alamin.
[Ma]
Baca juga:
0 Comments: