motivasi
Musibah, sebagai Muhasabah Diri
Oleh. Neni Arini
Di dalam menjalani sebuah fase kehidupan pasti manusia akan diuji oleh Allah dengan sebuah musibah. Allah berikan untuk menguji kesabaran dan keimanan kita sebagai hamba Allah. Apakah kita kuat untuk menjalaninya atau sebaliknya, malah menyalahkan Allah atas apa yang terjadi.
Sesungguhnya musibah bisa menjadi pengingat diri, untuk selalu bersyukur dan beriman, agar tidak lupa akan nikmatnya dunia. Bermacam-macam musibah yang Allah tetapkan. Gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, kehilangan orang-orang yang kita cintai, semua Allah uji untuk mengukur keimanan kita.
Yang perlu kita sikapi adalah dengan memasrahkannya semua hanya kepada Allah. Karena sesungguhnya dunia ini hanya milik Allah, Allah mampu meluluhlantakkan bumi ini jika Allah berkehendak. Manusia hanya bisa menerima, tidak dapat berbuat apa-apa.
Allah berfirman dalam surat At-Taghabun ayat 11:
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Jadi semua yang terjadi di atas bumi ini semua dengan seizin Allah. Kita sebagai manusia ketika mendapatkan musibah mungkin akan mengalami kesedihan tapi tidak mengapa, itu hal yang sangat manusiawi. Sedih boleh tapi tidak boleh berlama-lama, segera bangkit dan berbenah diri.
Dari setiap musibah yang terjadi pasti akan ada hikmah yang bisa kita ambil. Mungkin dengan adanya musibah kita bisa jauh lebih bersabar, keimanan kita meningkat, bisa juga sebagai penggugur dosa bahkan bisa menjadi obat bagi diri. Kita akan lebih mawas diri dalam menyikapi hidup, dan lebih mendekatkan diri secara lebih kepada Sang Pemilik bumi ini.
Dengan datangnya musibah, hendaknya membuat kita semakin merenung dan bermuhasabah diri atas apa yang telah kita perbuat. Mungkin musibah terjadi karena kita masih melakukan kemaksiatan, kita jauh dari ibadah, jauh dari Al-Qur'an yang sebagai buku petunjuk kehidupan.
Untuk itu marilah kita senantiasa banyak merenung dan bermuhasabah. Karena sesungguhnya musibah bagi orang beriman dijadikan jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Jadilah pribadi yang bertakwa, teruslah berdoa kepada Allah agar senantiasa diberikan kemudahan, kekuatan untuk mengatasi berbagai musibah yang terjadi.
Dekati Allah, terus, dan terus. Jangan meminta kepada selain Allah. Tetap bersabar karena di situlah letak pahala sesungguhnya. Terus tingkatkan keimanan dalam diri, Maha Suci Allah yang senantiasa memberikan putusan terbaik bagi mahluk-Nya. [Ni]
Baca juga:
0 Comments: