Oleh. Nur Rahayu
Sosok ibu sangat berarti dalam kehidupan keluarganya. Sering kali posisinya tidak dianggap karena kontribusi dalam keluarga tidak pernah dilihat dan diperhitungkan. Ibu pun juga tidak pernah mempermasalahkan seberapa berat ia telah berupaya untuk membuat kondisi rumah tetap rapi dan bersih, meski sambil menjaga anak-anak. Menjadi koki keluarga, dokter keluarga, ekonom keluarga. Semua bisa dilakukan oleh sosok bernama ibu.
Ibu dalam keluarga ibaratnya tidak boleh sakit dan lelah. Satu hari seorang ibu sakit, maka akan banyak rentetan kekacauan yang terjadi.
Memang peran ibu pada umumnya tidak nampak di permukaan, tapi sosok ibu adalah pahlahwan. Perjuangannya tidak pernah berhenti, dari mulai mengandung, melahirkan, merawat, mengantarkan dari pendidikan PAUD hingga sarjana, menjadi tempat penitipan cucu. Peran ibu akan selalu ada dan tanpa keluh melakukan semua itu.
Sebab itu Allah memberikan posisi yang mulia untuk ibu: dalam sebuah majelis ada salah satu orang yang bertanya pada Rasul saw., “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?
Dan apa jawabanan Rasul saw., “Ibumu. Dia bertanya lagi. “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab. “Ibumu. Dia bertanya sekali lagi. “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab. “Ibumu.” Dia bertanya, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ayahmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hingga tiga kali Rasul menyebut kata ibu untuk tingkatan satu dua dan tiga baru kemudian yang ke empat ayahmu. Hak ini menunjukkan peran ibu sangat penting dalam keluarga. Tak bisa tergantikan oleh apa pun.
Bahkan ketika seorang anak ingin membalas jasa sang ibu, maka sebanyak apapun yang telah diberikan dan dilakukan anak-anaknya, tidak akan sepadan dengan pengorbanan seorang ibu.
Lantas apa yang bisa kita berikan untuk ibu?
Berikan kasih sayang tulus pada ibu, jangan pernah menyakit hatinya, jangan berkata kasar pada ibu karena Allah melarangnya dalam QS. Al Isra 32; “Dan Tuhanmu telah menetapkan dan memerintahkan agar kamu wahai sekalian manusia jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu. Jika salah seorang di antara keduanya samapai beusia lanjut dan dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekalikali engkau mengatakn ‘ah’ pada keduanya dan janganlah membentak, ucapkanlah kepada keduanya dengan perkataan yang baik.”
Seorang ibu tidak pernah menuntut balasan apapun dari setiap aktivitasnya dalam keluarga. Semua dilakukan lillahi taalla semata untuk kebahagiaan keluarganya, meski kadang pekerjaannya dipandang sebelah mata.
Maka saat ini pergilah dekap ibu dekap pahlawanmu, karena tanpa pengorbanan ibu, kita tidak akan bisa sampai di sini hari ini. Terima kasih, Ibu, atas semua yang telah engkau berikan pada kami. [My]
Baca juga:
0 Comments: